Home » kekisah » Perahu dalam Botol

Perahu dalam Botol


perahu dalam botol

Angin laut berbisik perlahan. Lembut desaunya menyibak rambut Gwen yang terurai menerpa wajahku. Aku peluk pinggangnya lebih erat.

“Amboi indahnya matahari yang hampir tertelan senja itu, Sayang,” bisikku di telinga kanannya. Gwen menggelinjang sebentar, lalu mengangguk dan mengulum bibirku.

Sudah lebih dua pekan kami berlayar di samudera ini berdua saja. Diselingi persinggahan dan percintaan seru di pulau-pulau terpencil tak berpenghuni. Laut begitu tenang, tanpa riak-riak ombak sedikit pun. Tak ada tujuan pasti. Bulan madu nan indah.

“Kapan kita pulang, Sayang?” kata Gwen

“Kenapa? Kamu bosan dengan bulan madu ini?” balasku.

“Aku rindu daratan, kangen dengan rumah mungil tempat tinggal kita di tepi bukit itu.”

“Sabarlah sedikit. Sepekan lagi kita sampai.”

Tiba-tiba angin berhembus kencang. Ombak tinggi menerjang. Perahu terguncang-guncang. Aku tarik Gwen masuk ke dalam ruang kemudi. Aku berusaha keras menyeimbangkan perahu. Tak dinyana perahu seperti terlempar, melesat kencang di udara. Aku genggam tangan Gwen erat-erat. Namun segala dayaku sia-sia. Gwen lepas dari genggaman, saat perahu menabrak tembok raksasa.

“Prangggg!!!”

Perahu hancur berkeping-keping. Tubuhku terhempas keras. Susah payah aku bangkit dan mencari di mana Gwen berada.

Belum sempat aku berdiri tegak, mendadak terdengar suara menggelegar.

“Dasar suami hidung belang! Baru nikah dua minggu sudah punya simpanan!!”

dibuat di tanah laut, 21 agustus 2013

(196 kata — FF edisi maksa buat #MondayFlashFiction)

19 thoughts on “Perahu dalam Botol

  1. Err, i got the point sih Mas. Cuma mungkin eksekusinya kurang tajam. Berasa kaya anti klimaks. Dan pemilihan judul justru bikin saya ‘ngeh’ dg ceritanya. hehe

    • Agak susah juga nentuin judulnya. Harus ngasih clue di judul atau ilustrasi karena takut yang baca bingung. Tapi aku setuju sih, judul di atas terlalu telak menjelaskan isi cerita. Terima kasih.

  2. ini malah keinget pirates of caribean (gini ga sih tulisannya) yang kapten jack liat perahunya ada dalam botol hehehe

    agak gimana gitu mas kalo ga dari judul saya masih susah nangkep (sama baca komen pembaca lain juga)

  3. Ini bukan tentang mimpi-mimpian, ini tentang dua dunia yang berbeda, Gwen dan suaminya di perahu dalam botol dan seorang wanita yang bertengkar dengan suaminya di dunia nyata.

    Perahu dalam botol adalah semacam hiasan rumah yang menjadi korban saat pertengkaran itu terjadi.

    Memang endingnya kurang mengena sih… hihi

    *jadi spoiler deh*

Jejejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s