Home » kekisah » [Berani Cerita #17] Bangku Kosong di Sudut Kelas 8 H

[Berani Cerita #17] Bangku Kosong di Sudut Kelas 8 H


500x_shutterstock_9580138
Roni berlari terburu-buru membelah padang rumput yang luas. Nafasnya tersengal-sengal. Keringat berlarian di kulitnya yang legam, lalu merembes membasahi seragam sekolahnya yang sudah kusam. Tas sekolahnya dari kain lusuh berwarna merah bergelayut manja di pundaknya bergoyang-goyang mengikuti langkah kakinya. Hari beranjak siang. Lagi-lagi Roni terlambat ke sekolah.
Roni adalah anak yang rajin dan pandai di sekolahnya. Dia selalu menjadi bintang kelas. Roni tinggal bersama orang tuanya di kampung di balik bukit yang jaraknya jauh dari sekolah. Setiap pagi Roni bersepeda sejak Subuh, menempuh jalanan kampung yang naik turun dan tak pernah tersentuh aspal. Pembangunan hanya ada dalam buku paket pelajaran IPS saja, dan keadilan hanya tercantum dalam buku PMP. Dan hari kesialan sedang bersahabat dengan Roni. Jembatan kayu yang biasa dia lintasi putus. Bukan karena banjir tapi memang usianya yang sudah lanjut. Roni terpaksa menitipkan sepedanya di rumah penduduk, kemudian menempuh perjalanan dengan kaki dengan terlebih dulu berjuang menyeberangi sungai yang penuh bebatuan licin. Beruntung musim kemarau membuat debit airnya tak terlalu deras.
Sampai di tepi jalan raya, Roni menghentikan langkahnya. Matanya menoleh ke kanan dan ke kiri mengawasi mobil dan motor yang berlalu lalang dengan kencang. Dia selalu berhati-hati. Tak mau kejadian naas dulu terulang lagi.
*
Sepi, itu yang dirasakan Roni siang itu. Mungkin hanya beberapa anak saja yang berseliweran di lorong kelas saat jam ketiga. 
“Kesempatan. Mumpung sepi.”
Roni tersenyum sambil bersyukur dalam hati karena sepertinya suasana sedang berpihak padanya. Diambilnya sebuah kursi, lalu membuka sebuah jendela kelas 8-H yang sudah rusak.
Sejenak Roni mengedarkan matanya ke dalam kelas. Masih sama seperti sepuluh tahun lalu. Kelas itu masih kusam dan belum pernah tersentuh renovasi. Dinding kelas dengan cat yang terkelupas mulai retak di sana sini. Langit-langit dan genteng yang bolong-bolong membuat sinar matahari bebas berkeliaran di dalam kelas. Di depan papan tulis yang mulai keropos, dia melihat Pak Parno yang semakin tua  sedang mengajar dengan sabar. Sementara teman-teman sekelasnya tampak tekun memperhatikan.
Saat Pak Parno sedang menulis di papan tulis,  Roni masuk ke kelas lewat jendela itu dengan hati-hati. Lalu berjingkat menuju bangku kosong di sudut kelas.
“Kreekkk!!” suara bangku yang bergeser.
Kelas sesaat hening, dan semua kepala menoleh ke pojok kelas.
“Dia datang,” bisik seorang murid.
Kemudian pelajaran berlanjut seperti biasa.
—-
361 kata

21 thoughts on “[Berani Cerita #17] Bangku Kosong di Sudut Kelas 8 H

    • biar panjangan dikit Mel, aku hanya ingin memberi efek dramatis bahwa anak ini pandai rajin meski rumahnya jauh dr sekolah dan sering telat… itu saja sih. Ngga ngganggu juga kan?

      • memang nggak ngganggu sih. Cuma kalimat Roni adalah… itu menurutku diubah aja untuk mendeskripsikan siapa Roni ketimbang menjelaskan dalam kalimat sebagai pengenalan. Maksudku adalah bla2nya diapus dijelaskan aja perjalanan dia ke sekolah.

        ih belagu banget aku. *plester jempol*

  1. ahh…roni, padahal tinggal terbang, nyampe deh. gitu aja kok repot.
    selain yg dibilang sama kak Mel, aku rasa ceritanya langsung tertebak saat diceritain roni mau nyebrang. langsung terdeteksi (ceilah!) korelasinya dengan judul.
    anyway. …gud jobbbb! * acungkan jempol rianty. :p

  2. Omsig, itu twist “Tak mau kejadian naas dulu terulang lagi.” emang sengaja ditaro di tengah yah? Soalnya dari situ, aku langsung tau kalo Roninya udah is dead..😐

    Btw, tetep keren Om.. *kasi jempol *jempol cantengan🙂

  3. wow, naro promptnya di tengah ya, hihi.. good idea..
    btw, ini settingnya taun piro ya mas, mata pelajarannya masih pake PMP, hihi😀

Jejejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s