Home » kekisah » Firasat

Firasat


Image

Rinda terkesiap saat membuka status suaminya di twitter satu jam lalu. Dia bergegas keluar dari ruang rapat yang kian pengap oleh berbagai pendapat dan lidah-lidah yang sedang beradu jurus silat. Dia segera menghubungi nomor telepon Arja, suaminya yang sudah dua hari tugas ke luar kota. Sore ini seharusnya dia tiba di Jakarta.

“Nomor yang Anda hubungi sedang tidak aktif atau berada di luar service area.

“Demm!!” Rinda tambah panik dan gelisah. Tanpa berpikir panjang dia keluar kantor, mengadang taksi kosong lalu bergegas pulang.

Di dalam taksi, pikiran Rinda tak kunjung lega. Masalah kantor dan twit terakhir suaminya berjubelan di setiap simpul otaknya. Kemacetan jalanan yang kian jahanam semakin menindih kepalanya. Dari linikala twitter yang dikuntitnya sebuah berita kembali menusuk jantungnya. “Bufallo Air Jatuh di Laut” Raut muka Rinda semakin mengerut. Dia cermati aksara demi aksara dari berita tadi. Mukanya pucat pasi.

“Pesawat yang ditumpangi Arja!!” pekiknya. Emosi Rinda semakin tak terkendali. Hingga tiba-tiba telepon genggamnya berdering.

*

Arja tertunduk lesu. Langkahnya gontai sekeluar dari lobby hotel, seperti mentari siang itu yang enggan bersinar. Hari ini benar-benar sial baginya. Dia terpaksa putar balik ke hotel dan merelakan tubuhnya tak terangkut pesawat gara-gara tas kecil yang biasa dilingkarkan di bahunya hilang. Dalam tas mungil itu tersimpan handphone, tiket pesawat dan berbagai surat penting lainnya. Entah tertinggal atau terjatuh, dia tak mengerti. Tempat-tempat singgah terakhir sebelum ke bandara sudah dia datangi satu demi satu. Harapannya sirna, setelah petugas hotel tak jua menemukan tasnya. Di sebuah wartel (satu-satunya yang tersisa di kota itu), dia berhenti.

*

“Hallo, Rinda …”

“Maaf ini siapa ya?” Rinda nampak kikuk mengatur nafas dan isak tangisnya.

“Arja, masak ngga kenal suara suami sendiri. Maaf sayang, sepertinya aku tak bisa pulang hari ini.”

“Arja??, Alhamdulillaah, ….” Rinda menarik nafas panjang. Tangis bahagianya pecah saat itu juga.

“Kenapa kamu menangis, Sayang. Ada apaan sih?”

“Kamu belum tahu ya, Buffalo Air jatuh di laut.”

“Apaa??. Sayang, tunggu sebentar ya. Nanti aku telepon lagi.”

*

Dari balik kaca wartel Arja melihat seorang pria melintas, dengan tas mungil warna merah marun sambil memainkan handphone berwarna pink. Sama seperti miliknya. Setelah membayar telepon, dia berlari mengejar pria itu.

“Hoii….tunggu!!”

Pria itu menengok sebentar ke arah Arja, lalu berlari kencang menuju seberang.

Arja mengejar sekuat kakinya mampu.

Tepat saat lampu hijau menyala.

——

pelaihari, 2 mei 2013

10 thoughts on “Firasat

  1. kayaknya ga ada kejadian apa-apa deh. lampu yg menyala ijo itu kan bisa jadi bukan lampu jalan, bisa aja lampu di warnet.
    trus kalopun emg lampu jalan, bisa aja jalanan lagi sepi karena ditutup, sedang ada perbaikan jalan. ya kan, mas? ya kan?

    😀

    • sengaja kubuat nggantung sih Ga, bisa jadi yang ketabrak bukan Arja tapi lelaki yang ngambil tasnya. Atau bisa jadi yg bikin status twitter bukan Arja, tapi lelaki tadi. Firasat ini buat siapa?

      Terserah yang baca sih …. hihi. (ngeles)

Jejejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s