Home » kekisah » Rumah Pak Jendral

Rumah Pak Jendral


“Rumah kita disita Polisi, Mas”

Satu pesan masuk dari istriku. Aku hanya bisa mengelus dada dengan sedih yang kian menindih. Aku kasihan dengan istri dan anak-anakku yang kini hidup tak menentu. Satu per satu rumah disita polisi. Iya polisi yang menyitanya. Bekas anak buahku sendiri. Dahulu aku yang mengajari mereka menganalisis sebuah kasus, mengumpulkan bukti-bukti, melakukan rekonstruksi, lalu membekuk pelaku kejahatan. Tak dinyana kini mereka lebih pintar dari aku.

“Villa kita di Pundak disita, Mas”

Sebuah pesan lagi menghampiriku. Ah rupanya dari istri keduaku. Dia wanita yang paling kusayangi. Masih muda, cantik, molek, keturunan bangsawan dan bekas putri kecantikan. Jabatanku memang memungkinkan aku memperoleh harta berlimpah. Satu per satu rumah dan tanah aku koleksi. Setelah puas, aku mulai melirik koleksi baru. Istri. Ya, aku yang semakin menua harus berhenti melampiaskan nafsu pada perempuan. Aku harus lebih dekat pada Tuhan. Beristri dua bukankah lebih bermartabat daripada mempunyai banyak wanita simpanan?. Tapi aku kini menyesali telah membuat istri mudaku ini nelangsa. Berkali-kali dia diperiksa. Maafkan aku.

“Pak, polisi mengepung rumah Bapak!”

Sebuah pesan lagi masuk, dari bekas anak buahku yang paling setia. Aku tak pernah meragukan kesetiannya. Dia kini masih aktif di kepolisian, dan selalu memberitahuku jika ada bahaya yang mengancamku. Dulu sewaktu aku menjadi atasannya, nyawanya pernah kuselematkan. Saat itu sepuluh preman mengeroyoknya di sebuah kafe di tengah kota. Kalau saja aku terlambat datang semenit mungkin nyawanya akan melayang. Bersama lima pengawalku yang terlatih, sepuluh preman itu berhasil dibasmi. Empat mati dan sisanya berhasil diringkus.

—-

Dan pagi ini, saat polisi mengepung rumah mewahku di San Diego Hills, aku menghabiskan pagi dengan secangkir kopi di Jeruk Purut.

 

11 thoughts on “Rumah Pak Jendral

Jejejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s