Home » fiksimini » Fiksimini 181-214

Fiksimini 181-214


Fiksimini yang terserak periode Maret-Desember 2012

  1. ASAL USULNYA ” Jangan gugurkan, Sayang!” – 28 Dec 2012
  2. SADAP “Ini kuping siapa?” – 23 Dec 2012
  3. PERSALINAN Kali ini bayi manusia.- 10 Dec 2012
  4. MABUK DARAT “Baru naik sekali ya ?” Aku mengangguk pucat. Keranda terus berguncang.- 3 Dec 2012
  5. PAPA SEDANG SIBUK. “Jangan ganggu Papa ! Dia sedang buat adik untukmu”, bisik Mama.- 9 Nov 2012
  6. GUK ! – Kutepuk pundaknya, “Sekarang kita manusia.”- 2 Nov 2012
  7. GELISAH. Di sudut kamar, gadis itu sibuk menggaruk-garuk hatinya.- 31 Oct 2012
  8. USG. Ada yang bergerak-gerak dalam perut istriku. “Handphone-ku!” – 25 Oct 2012
  9. GLADI RESIK Dia bersiul-siul. Bumi bergoyang.- 23 Oct 2012
  10. PERBAIKAN KETURUNAN Seminggu setelah melahirkan. “Kita potong saja ekornya, Ma.”- 22 Oct 2012
  11. PASUKAN BERANI MATI “Jangan takut. Nanti saya hidupkan lagi !” perintah Komandan. – 19 Oct 2012
  12. NEGARA YANG HILANG. Dengan bambu runcing kakek itu terus mengorek-ngorek tanah. “Di mana negaraku?” – 18 Oct 2012
  13. PULANG. Di jalan yang tadi kulalui, kulihat tubuhku ditutupi koran.- 17 Oct 2012 
  14. TARIAN TERAKHIR. Vijay masih saja menari. Tungku kremasi makin panas. “Tarik saja !”, seru pendeta.- 25 Sep 2012
  15. PULANG LEBIH CEPAT “Apa yang ketinggalan, Budi ?” “Golok, Bu.” – 16 Sep 2012
  16. KIAMAT Suara ledakan bertubi-tubi. Dari atas langit aku terkekeh, “Apa gue bilang.” – 6 Sep 2012
  17. BALON HIJAU MELETUS Akhirnya adik ditemukan.- 30 Aug 2012
  18. MONAS Kapal kami membentur benda keras. “Gunung emas !!” – 13 Aug 2012
  19. SETELAH MAKAN SIANG Bunyi dering terus terdengar dari perutku. “Resepsionis itu…” – 9 Aug 2012
  20. TUHAN BARU “Kurang berapa keping lagi ?’- 5 Jul 2012
  21. KEPERAWANANNYA HILANG DI TEPI SUNGAI Bunga masih menangis tersedu. Kami masih mencari menyusuri tepi kali.- 25 Jun 2012
  22. JEDA. Kedua kubu menghentikan gempurannya. Tuhan-tuhan yang mereka bela saling berpelukan. Penuh cinta.- 14 Jun 2012
  23. SETAHUN TELAH BERLALU. Kami mulai terbiasa bernafas tanpa oksigen.- 6 Jun 2012
  24. PASIR HISAP Langit tinggal sejengkal lagi. Bintang-bintang berloncatan.- 28 May 2012
  25. UFUK Aku menanti fajar terbit di bibir pantai. Menunggu ayah yang tenggelam sore kemarin.- 15 May 2012
  26. JUMAT PERTAMA Aku berdandan di depan cermin. Mata ini dari tadi terus terlepas.- 11 May 2012
  27. KELAS JAUH. Sudah 2 tahun suamiku belum pulang. Dia pamit mengajar.- 2 May 2012
  28. PERSAINGAN BEBAS Aku dan Ayah berebut Ibu.- 30 Apr 2012
  29. MASIH PEMULA Aku masih berpikir keras. Bagaimana agar kakiku bisa menginjak tanah lagi.- 13 Apr 2012
  30. CUCI OTAK Yang terakhir kuingat hanya deru gergaji mesin.- 13 Apr 2012
  31. GARANG ASEM. Perlahan kubuka bungkus daun pisang itu. Sepotong hati berkubang potongan blimbing wuluh. Hatimu. – 12 Apr 2012
  32. GAS AIR MATA Kami terus merangsek menjebol pintu istana. Kami sudah tak punya air mata lagi.- 26 Mar 2012
  33. 8-5. Sirene pabrik berbunyi. Waktunya pulang. Kulepas baterai di dada, dan menjadi manusia lagi.- 22 Mar 2012
  34. BUKU HARIAN SEORANG PELACUR Kamis malam : Pantas, Mama begitu cinta Papa. Di ranjang dia luar biasa.- 15 Mar 2012

One thought on “Fiksimini 181-214

Jejejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s