Home » kekisah » Gadis dalam Pasungan

Gadis dalam Pasungan


Seminggu sebelumnya.

Sesuai adat yang dianut keluargaku, aku harus dipingit. Aku tak boleh keluar kamar, membaca koran, melihat televisi, bahkan memegang handphone. Semua aktivitasku dilakukan di dalam kamar. Semua keperluanku telah disediakan. Tersiksa memang, tapi itu semua harus kujalani.

“Hanya seminggu ini”, pikirku.

Dua hari kulalui dengan berat. Detik jam serasa malas berjalan. Hari ketiga dan seterusnya kujalani dengan lebih baik, meski dua hari terakhir ini mimpi buruk selalu menghantuiku.

Hari pernikahanku.

Semalam aku tak bisa tidur. Debar-debur dadaku tak tertata. Pintu kamarku diketuk perlahan. Ayah, ibu dan saudara-saudaraku mematung di depan pintu.

“Anton kecelakaan, dia meninggal kemarin”, kata ayah terisak

Seminggu kemudian.

Aku masih terkurung di kamarku, pasung melingkari kakiku

Jejejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s