Home » kekisah » Euthanasia

Euthanasia


“Kalau terus begini, kita bisa jatuh miskin, Pa”

“Ada apa sih, Ma ?”

“Sudah sebulan ini Ibu koma, kita harus bergantian menjaganya. Rumah nggak terurus, anak-anak juga kurang perhatian kita. Belum lagi biaya yang harus kita keluarkan, obat, oksigen, dokter, rawat inap. Sementara penghasilan Papa segitu-gitu aja. Sampai kapan Pa ?”

“Sabarlah, dia kan orang tuamu juga. Dulu waktu aku kecil Ibu merawat dan mengasuhku ngga pernah mengeluh”

“Sabar itu kan berbatas Pa. Lagian waktu Ibu merawat Papa ngga butuh biaya semahal ini”

“Hush… kamu ngomong apa sih !!”

“Tadi pagi dokter bilang, masa kritis ibu ini akan berlangsung lama. Kalau setahun bagaimana ?. Dokter memberikan alternatif untuk menyelesaikan masalah ini. Dia menawarkan euthanasia. Suntik mati Pa. Ngga sakit dan Ibu bisa pergi dengan tenang”

“Apa kamu bilang ?. Papa nggak akan pernah melakukan itu !!”

Aku mendengarkan semua percakapan itu. Anak dan menantuku. Mereka anak-anak yang baik. Sungguh ini salahku, membuat mereka selalu bertengkar setiap hari. Sungguh Tuhan, cabut segera nyawaku, agar semua masalah ini lekas berlalu.

Kulihat menantuku menghampiri ranjangku. Airmatanya bercucuran.

“Maafkan aku Ibu”

Tangannya lembut membelai kepalaku, lalu dia mencabut selang oksigen di hidungku.

Terima kasih Tuhan, kau kabulkan doaku.

Jejejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s