Home » kekisah » SUATU SIANG DI UGD

SUATU SIANG DI UGD


Aku berlari terburu-buru.  Tubuhku penuh luka.  Benturan dengan Metromini tadi benar-benar remukkan tubuhku. Sebelum orang-orang menolongku, aku berlari, selamatkan diri

Rumah sakit sesak. Ratusan orang menggantungkan nyawanya pada obat, suntikan atau belaian dokter. Aku bergegas ke UGD, di sebelah kiri rumah sakit. Kuterobos antrean, dan masuk ke ruang perawatan.

Darah berceceran memenuhi ruang. Anyirnya bercampur dengan bau keringat dan airmata. Teriakan kesakitan membahana, beradu keras dengan suara tangis.

“Mbak, tolong saya!”

Perawat itu mengacuhkanku. Dia sibuk dengan handphonenya. Orang-orang pun tak ada peduli kepadaku. Semua asyik dengan kesakitannya sendiri.

Tiba-tiba sirene ambulan meraung. Perawat berlarian menyongsong dan mengeluarkan isinya.

Aku tertegun. Melihat tubuh yang digotong dari ambulan.

Tubuhku, terbujur tanpa nyawa

Jejejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s