Home » kekisah » FIRASAT

FIRASAT


Ular itu datang lagi. Mengesot pelan di lantai teras. Rupanya sia-sia ranjau garam yang aku tebar di sekeliling rumah. Sudah 3 hari dia bertamu ke rumah. Tidak mengganggu, tapi cukup membuatku was-was. Seperti takut melihatku ular itu lantas beringsut pergi.

Seandainya suamiku ada di rumah, tentu aku tak akan sepanik ini. Minggu lalu dia pamit hendak ke luar kota. Ada tawaran obyekan dari kawannya. Sejak itu dia tak pernah mengabari aku lagi.

Esok harinya aku membersihkan halaman. Di sela-sela tanaman, kutemukan kulit ular.  Ada sesuatu yang aneh di sana. Sebuah gambar terukir di kulit itu, seperti tato di lengan suamiku. Entah kenapa dadaku gemetar.

Tak lama kudengar raung ambulance menuju rumahku.

Jejejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s