Home » kekisah » CINCIN ITU MASIH MELINGKAR DI JARI MANISMU

CINCIN ITU MASIH MELINGKAR DI JARI MANISMU



***

Kita duduk berdampingan.  Engkau tertunduk.  Sesekali terdengar isak tertahan, saat hakim menyampaikan petuahnya.  Tanganmu terlihat memegang cincin tanda ikatan kita. Benda yang tak lagi menghiasi jari manisku.

Aku tak bisa menahan emosi, kala itu. Siang yang panas, kala himpitan kerjaan begitu keras membebaniku, aku mendapatimu keluar dari hotel bersama seorang lelaki. Sejak hari itu pertengkaran selalu terjadi, meski dia selalu mengelak dan aku tak punya bukti yang kuat, keputusanku bulat sudah.

“Kita cerai..!”

Sejak itu kita tak pernah bertemu. Kita hanya sesekali bertelepon jika ada masalah tentang anak-anak. Setahun berselang, aku menikah lagi.

Sepuluh tahun kemudian kita bertemu. Kulihat cincin itu masih melingkar di jari manismu.

Isak tangismu di depan jenazahku.

Jejejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s