Home » pikiran » Pagi

Pagi


Tak ada yang lebih menyejukkan dibanding pagi ini. Senyum dan tawa renyah anak lebih lezat dr masakan manapun, meski telah direkomen oleh Pak Bondan.

Sepiring mi goreng berhias timun tergelar di meja, menunggu untuk segera dilahap. Ghazel yg selalu penasaran dgn hal2 baru, Farrel yg selalu cerdas sekaligus jahil, menambah indahnya pagi ini.

Sementara aku buka pintu, segarnya udara pagi langsung menyergapku. Menyelimutiku dgn sejuknya. Burung-burung riang bernyanyi merayakan terbitnya sang matahari dari ufuk timur.

Kembali ke rumah, seorang wanita membalurkan minyak kayu putih ke kujur tubuh Ghazel. Harum kayu putih mendobrak kebuntuan hidungku yg selalu bumpat setiap pagi.

Renang, ya renang. Sebuah ketrampilan yg alpa kedua ortuku mengajariku. Farrel siap les renang pagi ini. Sementara aku siap mengantarnya.

Duh inginku merenangi pagi ini tanpa ingin segera beranjak. Kuingin selamanya hari ini hanya pagi. Tak ada siang apalagi malam

Jejejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s